Oleh Sai’in Muhammad
Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Kemajuan sebuah bangsa selalu
didahului dari kemajuan pendidikannya. Berbicara tentang sistem pendidikan terbaik saat ini, bisa melihat
Negara adidaya saat ini. Hasil pendidikan di
Amerika dan China. Dua negara ini bisa dibilang adalah negara besar. Amerika
merupakan negara adidaya yang menjadi kiblat di banyak industri, sedangkan
China mulai mendominasi perekonomian dunia. Studi yang dilakukan oleh
Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2018
menerbitkan hasil Program for International Student Assessment (PISA) tiga
tahunan. Studi OECD ini membandingkan nilai tes membaca, matematika, dan sains
dengan responden lebih dari 600 ribu siswa dari 79 negara. Menempatkan Negara
china diurutan pertama sedangkan amerika berada di luar 10 besar Negara
tercerdas di dunia dengan skor PISA. Sedangkan di sisi lain , sebuah studi pada
tahun 2017 yang mengukur kecerdasan menggunakan Intelligence Capital Index
(ICI) menampatkan Amerika Serikat berada diurutan pertama sedangkan China di
luar 10 besar. Studi dari ICI ini mengukur tingkat kecerdasan berdasarkan
negara yang paling mungkin memanfaatkan kecerdasan warganya. Kecerdasan
tersebut akan dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan dan mengenalkan
teknologi dan inovasi seperti big data, cloud computing, artificial
intelligence, dan lainnya. China dan Amerika serikat merupakan panutan sebagai
dua negara besar yang jika digabungkan akan menjadi panutan terbaik dengan cara
yang berbeda. Apalagi setiap manusia memiliki delapan kecerdasan berbeda
yang mencerminkan berbagai cara berinteraksi dengan dunia. Satu jenis
kecerdasan ditambahkan kemudian. Berdasarkan
pandangan Howard Gardner (2011) dalam bukunya yang berjudul Frames
of Mind: Theory of Multiple Intelligences bahwa Sembilan kecerdasan majemuk
tersebut berupa kecerdasan musikal,
naturalis, linguistik, interpersonal, intrapersonal, visual spasial, logika
matematika, kinestetik, dan moral.
Kecerdasan peserta didik merupakan hasil
profesionalisme pendidik dalam rangka mencerdaskan generasi bangsa.
Profesionalisme dalam sistem pendidikan yang baik akan berdampak pada mutu
pendidikan (Susiana, 2018) . Hasil dari
hasil pendidikan bukan hanya dari masukan siswanya namun pengaruh dari kualitas
pendidik yang harus selalu mengembangkan diri dalam rangka meningkatkan
kualitas layanan. Semangat ini sejalan dengan kompetensi seorang pendidik yang
merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan, pengorganisasian,
implementasi dan evaluasii hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan
pengembangan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Pendidik profesional dalam suatu lembaga termasuk dalam hal kekurangan
pendidik sebagai pendidik profesional telah menjadi isu penting yang
mempengaruhi keseimbangan pembangunan dan pengembangan Sumber daya yang
pendidik profesional tidak akan terjadi secara otomatis (Liu et al., 2022)
Peran dan kedudukan pendidik perlu
ditingkatkan untuk mencapai tujuan penyelenggaraan sistem pendidikan. Masyarakat dan sektor swasta memiliki peran penting
dalam upaya penguatan fungsi dalam proses peningkatan SDM pendidikan di
Indonesia. (Fadhly, 2019) . Meningkatkan kualitas pendidikan bukan hanya menjadi mandat
pemerintah, peran dari swasta juga menjadi hal yang penting . Pemerintah dan Swasta bersama dan Kolaborasi
Wujudkan Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan
Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). K emiten pemerintah dan swasta di bidang pendidikan merupakan k olaborasi
pengembangan untuk menghasilkan pendidik yang profesional bukan hanya pendidik
yang berstatus Pegawai Negeri Sipil maupun pendidik ynag mendedikasikan dirinya
pada sektor swasta. Peningatan kualitas pendidikan indonesia perlu adanya
kerjasama banyak pihak. Masyarakat melakukan
peran sebagai Peer Guidance yaitu fungsi sosial
untuk peduli sesama. Penggandaan sektor swasta dalam pendidikan akan menjadi
pola yang terintegrasi terhadap sistem kerjasama masyarakat, pemerintah, dan
sektor swasta. Pengelolaan dan pengembangan manusia yang selama ini
berlangsung belum mendukung optimalisasi kinerja pendidik untuk bekerja lebih
profesional (Widiarto, 2020) . Pemerintah membutuhkan sektor lain untuk
bersama-sama mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia Indonesia, yaitu
sektor swasta.
Sektor Swasta semakin dibutuhkan untuk kemajuan SDM
yang profesional. Perbaikan kompetensi layanan yang berkelanjutan mampu
memunculkan motivasi dalam internal lembaga untuk membuat perubahan yang lebih
baik bagi lingkungan disekitarnya atau internal lembaga tersebut. Kompetensi
layanan tingkat Sekolah Menengah Atas berdampak kepada siswa melalui output
hasil pembelajaran yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK adalah jalur seleksi yang menggunakan seleksi tes tulis
sebagai sistem seleskinya. Sesuai namanya, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer
yang hasilnya nanti akan digunakan untuk mengikuti SBMPTN. SBMPTN berperan
penting dalam proses menuju kampus-kampus terbaik di Indonesia.
Pendidik di era modern ini menjalankannya sebagai agen
perubahan yang mencerminkan sebagai tenaga pendidik yang berintegritas,
profesional dan ikhlas. Dengan demikian seorang pendidik akan terhindar dari
stigma negatif bahwa menjadi pendidik hanya sebatas materi profesi yang
berorientasi saja. Hasil hasli pembelajaran yang berkualitas merupakan hal
terpenting dalam sebuah lembaga pendidikan dan bermanfaat terhadap realisasi
impian para pendiri bangsa untuk mewujudkan bangsa yang besar melalui
generasi-generasi penerus yang dididik oleh tenaga pendidik yang memiliki
kemampuan yang melayani.
DAFTAR PUSTAKA
Fadhly, Z. (2019). PERBANDINGAN MANAJEMEN SEKTOR PEMERINTAH DENGAN
SEKTOR SWASTA. Jurnal Public Policy, 2(2).
https://doi.org/10.35308/jpp.v2i2.1014
Liu, A.,
Liu, N., & Wang, A. (2022). Why can’t rural schools retain young teachers?
An analysis of the professional development of rural school teachers in
China:Taking teachers in rural western China. Social Sciences &
Humanities Open, 5(1), 100238.
https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2021.100238
Susiana, S.
(2018). Peran Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Kesehatan Reproduksi
(Studi di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat). Jurnal
Aspirasi, 7(1), 1–16. https://doi.org/10.22212/aspirasi.v7i1.1084
Widiarto, A.
(2020). Analisis Kebijakan Pengelolaan Guru di Indonesia. Aspirasi: Jurnal
Masalah-masalah Sosial, 11(1), 89–103.
https://doi.org/10.46807/aspirasi.v11i1.1525

Tidak ada komentar:
Posting Komentar